KursiAllah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar." (Q.S. Al-Baqarah: 255) Artikel Terkait: Cara Mengimani Salah Satu Nama Allah Al Mumit yang Artinya Maha Mematikan. 2. Surat Al Imran Ayat 1-2 Satunama melengkapi nama lain. Berikut ini adalah cara meneladani allah swt melalui al malik artinya dan meneladaninya. Salah satu nama baik yang dimiliki allah swt adalah al wahhab. Download Gambar. Source: brainly.co.id. Apa yang anda teladani dari asmaul husna al karim? 10 asma'ul husna dan pengertiannya. Bagaimana cara kamu meneladani KHAgus Arifin menjelaskan cara untuk menumbuhkan rasa qanaah (sikap rela dan menerima) di dalam diri. Menurutnya, qanaah merupakan suatu proses yang harus tetap ada sepanjang hidup. Bersikap qanaah akan dicatat sebagai amal ibadah jika diniatkan sebagai upaya mencari ridha Allah. "Jadi, qanaah itu satu proses yang sebenarnya long life. Qanaahsecara bahasa berarti cukup. Sedangkan secara istilah, Qanaah adalah suatu sifat rela menerima dan selalu merasa cukup dengan apa yang sudah diusahakan dan yang telah dikaruniakan Allah Swt. kepada kita sehingga mampu menjauhkan diri dari sifat tamak. Dalam kamus Al-Munawwir, qanaah berasal dari kata والقانع ,والقنوع BersikapQanaah dalam Islam itu Penting, Balasannya Jannah. Qanaah dalam Islam- Salah satu kewajiban kepala keluarga adalah memberi nafkah kepada keluarganya. Dengan segenap usaha, ia berusaha memberikan nafkah yang terbaik untuk keluarganya. Selektif dalam memilih, karena hanya nafkah yang berkah yang pantas dipersembahkan untuk istri dan anak Telahmenceritakan kepada kami Yahya bin Bukair telah menceritakan kepada kami Al Laits dari 'Uqail berkata Ibnu Syihab, telah menceritakan MeneladaniNabi Ibrahim dalam 3 Hal : 1. Loyalitas Keimanan. Perjuangan menjalankan keimanan nabi Ibrahim kepada Allah tak perlu diragukan lagi. Beliau sangat gigih mempertahankan kalimat tauhid la ilaha illallah, walau cobaan besar di depannya. 2ocg01o. Khutbah Pertama الحَمْدُ للهِ الّذِي خَلَقَ الخَلْقَ لِعِبَادَتِهِ، وَأَمَرَهُمْ بِتَوْحِيْدِهِ وَطَاعَتِهِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَكْمَلُ الخَلْقِ عُبُودِيَّةً للهِ، وَأَعْظَمَهُمْ طَاعَةً لَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَاِبهِ. اَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًاMa’asyiral muslimin Sidang Jumat yang dimuliakan oleh AllahPada kesempatan kali ini, izinkan saya berwasiat, khususnya kepada pribadi saya sendiri agar kita senantiasa berupaya memperbaiki keimanan dan meningkatkan kualitas ketakwaan kita kepada Allah dengan berusaha menjalankan perintah dan menghindari juga kita bersama-sama menunjukkan rasa cinta kepada baginda Nabi Muhammad dengan cara mengamalkan tuntunan-tuntunan serta keteladanan yang telah beliau Muslimin rahimakumullah..Allah Swt berfirman dalam al-An’am ayat 141,وَهُوَ الَّذِي أَنْشَأَ جَنَّاتٍ مَعْرُوشَاتٍ وَغَيْرَ مَعْرُوشَاتٍ وَالنَّخْلَ وَالزَّرْعَ مُخْتَلِفًا أُكُلُهُ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُتَشَابِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ ۚ كُلُوا مِنْ ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَآتُوا حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ ۖ وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَYang artinya, “Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa bentuk dan warnanya dan tidak sama rasanya. Makanlah dari buahnya yang bermacam-macam itu bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya dengan disedekahkan kepada fakir miskin; dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.”Prilaku berlebih-lebihan adalah manifestasi dari sifat tamak dan merasa terus-terusan kurang dalam menumpuk harta duniawi. Orang yang tamak biasanya ketika dikaruniai oleh Allah Swt kendaraan berupa sepeda motor misalnya, maka ia akan menginginkan mobil. Ketika ia telah mendapatkan mobil, maka ia pun akan menginginkan mobil terbaru yang lebih mewah lagi. Demikian seterusnya keinginannya menjadi liar, bagaikan ia telah meminum air laut, akan tetapi selalu dahaga akan dilakukannya demi memenuhi hasratnya. Tentu yang demikian itu dengan berbagai modus kebakhilan, dan terus-terusan bakhil. Hal itu dilakukan agar hartanya makin menumpuk, terlihat berlebih dan sukses di hadapan masyarakat, yang kemudian berharap mendapatkan disadari, prilaku di atas sering kali menjerumuskan manusia pada prilaku yang bertentangan dengan syariat Islam dan undang-undang Negara. Ketika manusia selalu merasa tidak puas dan kurang bersyukur, maka ia akan selalu cenderung seperti binatang buas yang kelaparan. Kemudian, tanpa hati nurani ia menghalalkan segala cara, menabrak etika susila dan berani mengkhianati aturan Negaranya, serta melakukan bentuk-bentuk kejahatan muslimin Sidang Jumat yang dimuliakan AllahSolusi bagi penyakit semacam ini adalah menerapkan perilaku hidup sederhana dengan asas qanaah dan syukur. Qanaah adalah rasa kecukupan pada dirinya dengan apa yang dikaruniakan Allah Swt kepadanya. Sedangkan Syukur adalah rasa ikhlas hati dalam berterimakasih kepada Allah Swt, serta mendayagunakan yang dikaruniakan-Nya sebagai perantara untuk beribadah hidup sederhana adalah hidup tidak berlebih-lebihan, tidak bersikap mempertontonkan kemewahan kepada orang lain. Hidup sederhana juga berarti senantiasa berlaku adil, yakni menempatkan sesuatu pada tempatnya, menggunakan harta yang dimiliki untuk kemaslahatan umat, dan senantiasa berzakat serta zaman sekarang kesederhanaan menjadi mahluk yang langka, khususnya di tengah-tengah perkotaan yang heterogen dan sangat materialistik. Bagi manusia kota yang materialistik, kesederhanaan identik dengan hidup susah, menderita, bodoh dan kampungan. Inilah anggapan yang keliru dan jauh dari apa yang diajarkan oleh Rasulullah sejarah, sebelum menjadi Nabi, Muhammad SAW adalah pemuda yang sukses dalam berniaga. Ketika menikahi Khadijah, Muhammad Saw memberikannya mahar duapuluh ekor unta dan 12 uqiyah emas. Jumlah yang sangat fantastik banyaknya bila dikonversi dengan uang pada masa itu ataupun pada masa sekarang. Setelah menikah, kekayaan Muhammad Saw makin bertambah karena kekayaan yang dimilikinya dikembangkan melalui perniagaan bersama dengan harta Khadijah. Kemudian, setelah diangkat sebagai Nabi dan Rasul oleh Allah Swt, Muhammad Saw menggunakan hartanya tersebut untuk berdakwah dan menyantuni fakir-miskin, yatim-piatu dan janda-janda korban oleh Imam At-Tirmidzi w. 279 H dalam kitab Sunannya, Rasulullah Saw bersabdaعَرَضَ عَلَيَّ رَبِّي لِيَجْعَلَ لِي بَطْحَاءَ مَكَّةَ ذَهَبًا، قُلْتُ لَا يَا رَبِّ وَلَكِنْ أَشْبَعُ يَوْمًا وَأَجُوعُ يَوْمًا – أَوْ قَالَ ثَلَاثًا أَوْ نَحْوَ هَذَا – فَإِذَا جُعْتُ تَضَرَّعْتُ إِلَيْكَ وَذَكَرْتُكَ، وَإِذَا شَبِعْتُ شَكَرْتُكَ وَحَمِدْتُكArtinyaTuhanku telah menawarkan kepadaku untuk mengubah gunung Batha’ di Makkah menjadi emas. Aku berkata Tidak, wahai Tuhanku. Akantetapi aku lebih suka sehari kenyang, dan lapar pada hari berikutnya. Nabi Saw mengucapkan ini tiga kali atau ungkapan semacamnya. Sebab, apabila aku lapar, maka aku bersimpuh kepada-Mu dan mengingat-Mu, dan apabila aku kenyang, maka aku bersyukur kepada-Mu lalu potensi memiliki kuasa dan harta yang berlimpah, Rasulullah Saw memilih untuk berprilaku hidup sederhana. Hidup sederhana adalah pilihan, bukan kepasrahaan karena memang itu nasibnya. Untuk memilih pola hidup sederhana di tengah potensi-potensi kekayaan, seseorang membutuhkan kesucian jiwa, keluasan pola fikir tentang duniawi dan rasa empati yang berlebih terhadap sesama. Inilah yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw agar ditauladani oleh muslimin Sidang Jumat yang dimuliakan oleh AllahDalam sebuah riwayat yang diceritakan oleh Imam Bukhari w. 256 H dalam kitab Shahihnya, yang maknanya Suatu ketika tersiar kabar bahwa Nabi Saw telah menceraikan istri-istrinya. Mendengar kabar tersebut, Umar bergegas menemui putrinya Hafshah yang merupakan salah satu dari istri Nabi Saw. Umar mendapati putrinya tersebut sedang menangis di dalam kamarnya. Lalu, Umar bertanya; mengapa kamu menangis? Bukankah selama ini aku selalu mewanti-wantimu agar jangan melakukan sesuatu yang dapat menyinggung perasaan Nabi Saw? Apakah Nabi Saw telah menceraikanmu? Hafshah menjawab; saya tidak tahu, Nabi Saw hanya memisahkan diri saja saat Umar keluar dan menuju Masjid, terlihat olehnya beberapa sahabat sedang menangis dekat mimbar. Lalu, Umar duduk bersama para sahabat beberapa saat, kemudian berjalan ke arah kamar Nabi Saw. Ketika Umar masuk, ia menjumpai Nabi Saw berbaring di atas sehelai tikar yang terbuat dari pelepah kurma, tidak ada seprai yang menyelimutinya, sehingga di badan Nabi Saw yang putih bersih itu terlihat jelas bekas-bekas pelepah kurma itu. Di tempat kepala Nabi Saw ada sebuah bantal yang dibuat dari kulit binatang yang dilapisi oleh daun dan kulit pohon bercerita, “aku mengucapkan salam kepada beliau, lalu bertanya; “apakah engkau telah menceraikan istri-istrimu? Nabi Saw menjawab; “Tidak.” Aku merasa lega. Sambil bercanda aku mengatakan, “Ya Rasulallah, kita adalah kaum quraisy yang selamanya telah menguasai wanita-wanita kita. Tetapi setelah kita hijrah ke Madinah, keadaannya sungguh berbeda dengan orang Anshar, mereka dikuasai wanita-wanita mereka, sehingga wanita kita terpengaruh dengan kebiasaan mereka.” Rasulullah menanggapi perkataanku dengan senyuman aku memperhatikan keadaan kamar Nabi Saw, terlihat tiga lembar kulit binatang yang telah disamak dan sedikit gandum di sudut kamar itu. Selain itu tidak terdapat apapun. Akupun menangis melihat kondisi itu. Rasulullah bertanya, mengapa engkau menangis? Aku menjawab, bagaimana aku tidak menangis yaa Rasulallah. Aku sedang melihat bekas tanda tikar yang engkau tiduri di badan engkau yang mulia, dan aku prihatin melihat keadaan kamar ini. Ya Rasulallah berdoalah semoga Allah mengkaruniakan kepada engkau bekal duniawi yang lebih banyak. Orang-orang Persia dan Ramawi yang tidak beragama dan tidak menyembah Allah, tetapi raja mereka hidup mewah. Mereka hidup di taman yang ditengahnya mengalir sungai, sedangkan engkau adalah utusan Allah, tetapi engkau hidup dalam keadaan miskin.”Ketika aku berkata demikian, Rasulullah sedang bersandar di bantalnya, beliau bangun lalu berkata, “Wahai Umar, sepertinya engkau masih ragu mengenai hal ini. Dengarlah, kenikmatan di akhirat nanti akan jauh lebih baik daripada kesenangan hidup dan kemewahan dunia ini. Jika orang-orang kafir dapat hidup mewah di dunia ini, kita pun memperoleh segalanya itu di akhirat nanti. Di sana kita akan mendapatkan segala-galanya.” Mendengar jawaban Nabi Saw tersebut, akupun menyesal, lalu berkata ya Rasulallah mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk aku. Aku telah keliru dalam hal muslimin Sidang Jumat yang dimuliakan oleh AllahDengan demikian, pola hidup sederhana adalah ajaran Nabi Saw yang merupakan pengejawantahan rasa qanaah dan syukur. Ini adalah solusi bagi penyakit tamak, berlebih-lebihan dan kebakhilan. Dengan kesederhanaan, hidup di dunia makin bermakna dan terberkahi. Sebab, hidup di dunia hanyalah sementara, amal shaleh terhadap sesama dan kebhaktian kepada Allah Swt adalah kekal dan selalu menemani اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ العَظِيْمِ، وَجَعَلَنِي وَإِيَّاكُمْ بِماَ فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. إِنَّهُ هُوَ الْبَرُّ التَّوَّابُ الرَّؤُوْفُ الرَّحِيْمِ. أعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشيطن الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، وَالْعَصْرِ، إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ، إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَKhutbah keduaاَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَاَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْANKhutbah ini diolah dari artikel di Majalah Nabawi edisi 108. Hai, Sobat Guru Penyemangat. Sudahkah Dirimu Belajar Hari ini?Wah, jika iya, maka Alhamdulillah banget, yang kita ketahui, belajar alias menuntut ilmu adalah kewajiban bagi tiap-tiap insan di bumi sejak dalam kandungan hingga ajal belajar, ilmu dan pengetahuan yang kita miliki bakal terus bertambah. Begitu pula dengan sikap dan bisa menulis, itu gara-gara mereka belajar. Orang bisa membuat rumah, itu pun karena mereka rajin belajar dan menuntut ilmu harus terus dilakukan sepanjang usia karena tanpa belajar, ilmu dan pengetahuan yang kita dapatkan di masa kecil akan hilang ditelan belajar itu perlu dilaksanakan secara rutin, berarti kita perlu bersemangat dalam belajar, bukan?Selalu semangat belajar dalam menuntut ilmu itu penting karena merupakan salah satu sikap meneladani sifat Allah Al- sekarang, tahukah Kamu apa itu Al-Alim?Mengenal Asmaul Husna Al-AlimMari kita simak Al-Quran Surah Al-Anbiya ayat 4 berikutقَالَ رَبِّي يَعۡلَمُ ٱلۡقَوۡلَ فِي ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ [ الأنبياء4-4]Berkatalah Muhammad kepada mereka "Tuhanku mengetahui semua perkataan di langit dan di bumi dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". [Al Anbiya"4]Coba perhatikan kalimat terakhir dari ayat tersebut, ada kata “al-alim” kan? Nah. Benar. Al-Alim adalah salah satu dari 99 Asmaul Husna nama-nama baik Allah yang artinya Allah Maha yang mengetahui segala sesuatu baik yang ada di langit maupun di yang mengetahui segala sesuatu yang telah diciptakan-Nya, setiap gerakan makhluk-makhluk yang diciptakan-Nya, bahkan mengetahui apa-apa yang telah, sedang, atau yang akan itu Al-alim sehingga tiada satu makhluk pun yang dapat bersembunyi dari-Nya. Allah itu Maha Mengetahui segala sesuatu baik yang tampak rupanya maupun mereka yang dari itulah, sebagai seorang hamba kita wajib beriman kepada Allah dengan sebenar-benarnya Surah Al-Anbiya ayat 4 tadi, masih banyak lagi dalil yang menerangkan bahwa Allah itu Al- cek pada Surat Al-Mulk ayat 13-14, Surah An-Nur Ayat 41, Surah Al-Hijr ayat 86, hingga Surah Al-Baqarah ayat Baca Jumlah Ayat dalam Al-Quran, 6666 atau 6236?Meneladani Sifat Allah Al-Alim dalam Kehidupan Sehari-hariAda ragam contoh perilaku yang merupakan cerminan meneladani sifat Allah Al-Alim Maha Mengetahui. Apa saja?1. Selalu Semangat Belajar, Jangan MalasIlmu itu laksana cahaya yang menyinari di saat kita berada di dalam kegelapan. Alhasil, tanpa adanya ilmu kita rawan tersesat bahkan terombang-ambing dalam dari itu, penting bagi kita entah itu yang muda maupun yang tua untuk terus menambah ilmu pengetahuan dengan cara cepat belajar, ilmu makin mudah untuk dipahami sebagaimana peribahasa “Belajar di waktu muda bagaikan mengukir di atas batu.”Walau begitu, saat kita sudah memahami ilmu jangan pernah lalai untuk mengamalkannya karena mengamalkan ilmu yang bermanfaat juga merupakan bagian dari perilaku semangat belajar sekaligus meneladani sifat Allah Al- Bersungguh-sungguh dalam BelajarSemangat belajar saja sejatinya tidaklah orang semangat datang ke sekolah tapi sesampainya di sekolah niatnya bukan belajar melainkan hanya untuk bertemu teman dan menghabiskan uang jajan. hal tersebut merupakan perilaku yang salah. Salah satu wujud meneladani Sifat Allah Al-Alim ialah dengan serius dalam belajar baik itu belajar ilmu agama maupun ilmu agama itu adalah hal yang utama karena bisa menjadi bekal kita di akhirat. Tapi karena kita hidup di dunia, maka ilmu dunia juga Rajin Membaca dan MenulisDua hal yang tidak boleh tinggal saat menuntut ilmu ialah membaca dan menulis. Tanpa membaca, kita tiada akan tahu apa-apa. Dan tanpa adanya tulisan, kita juga tidak akan tahu adanya dan menulis adalah satu paket perilaku sebagai wujud teladan sifat Allah Maha Mengetahui Al-Alim.Mengapa kita juga perlu menulis? Karena dengan menulis, ilmu itu ada dan bermanfaat bagi banyak tulisan, orang-orang bisa dikenal dan dari tulisan pulalah kita bisa mengenal dan mempelajari Islam seutuhnya, tepatnya firman Allah yang tertulis dalam Al-Quran, Hadis Nabi, dan catatan ilmu para Mengamalkan Ilmu dan PengetahuanJangan pelit terhadap ilmu, jangan pula disembunyikan karena Allah itu Maha Mengetahui apa-apa yang tampak maupun apa-apa yang kau sembunyikan di dalam sudah ada ilmu, sampaikanlah dengan baik. Yakinlah bahwa ilmu yang kita amalkan akan senantiasa bertambah bahkan ilmu yang tidak diamalkan laksana pohon yang tidak berbuah. Tiada manfaat yang bisa kita dapatkan dari pohon yang enggan berbuah kecuali hanya Ber-fastabiqul KhairatSalah satu wujud meneladani sifat Allah Al-Alim lainnya ialah fastabiqul khairat alias berlomba-lomba dalam melakukan atau tidak, dengan berlomba berbuat baik kita akan semakin sadar bahwa kebaikan yang kita lakukan hari ini masih kurang, kurang, dan awas, hati-hati. Jangan sampai kebaikan yang kamu lakukan hari ini diniatkan hanya untuk meraih kemenangan atas lomba, agar diperhatikan orang lain, atau agar dicap bahaya, niat yang salah tidak akan menghasilkan pahala. Berniatlah belajar yang tulus hanya mengharap rida Allah Bersikap Rendah HatiApa itu rendah hati? Rendah hati adalah bersikap sederhana dan menyadari keterbatasan diri. Orang yang bersikap rendah hati tidak akan sombong, sok tahu, atau merasa benar menuntut ilmu maupun belajar, kita wajib berperilaku rendah hati sebagai wujud meneladai sifat Allah Al- rendah hati, kita akan diterima oleh teman atau bahkan semua orang di manapun kita berada.***Oke, demikianlah ulasan Guru Penyemangat tentang contoh sikap dan perilaku meneladani sifat Allah Al-'Alim. Tetap semangat belajar, Ilustrasi Al-Bashir. Foto pixabayAllah SWT memiliki nama-nama baik yang disebut asmaul husna. Asmaul husna adalah 99 nama baik Allah yang terdapat dalam Alquran. Nama-nama baik ini mencerminkan sifat dan kebesaran Allah sebagai Tuhan semesta alam. Setiap Muslim hendaknya senantiasa berdzikir menyebut nama Allah. Anjuran ini disebutkan Allah SWT dalam Surat Al-Araf ayat 180 وَلِلّٰهِ الۡاَسۡمَآءُ الۡحُسۡنٰى فَادۡعُوۡهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا الَّذِيۡنَ يُلۡحِدُوۡنَ فِىۡۤ اَسۡمَآٮِٕهٖ ؕ سَيُجۡزَوۡنَ مَا كَانُوۡا يَعۡمَلُوۡنَ‏"Dan Allah memiliki Asma'ul-Husna nama-nama yang terbaik, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebutnya Asma'ul-Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan."Salah satu nama baik Allah yang wajib diimani oleh setiap Muslim adalah Al-Bashir الْبَصِيرُ. Apa arti Al-Bashir? Dan bagaimana cara seorang Muslim untuk meneladaninya?Ilustrasi Al-Bashir. Foto pixabayMakna Al-Bashir Al-Bashir artinya Maha Melihat, artinya Allah SWT mampu melihat segalanya dan tidak ada satu makhluk pun yang luput dari penglihatan-Nya. Ini dijelaskan dalam Surat As-Syura ayat 11لَيْسَ كَمِثْلِهِۦ شَىْءٌ ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ"Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat."Makna Al-Bashir bisa diartikan secara luas, yaitu Allah memiliki penglihatan dan Dia lah satu-satunya zat yang Maha Melihat. Segala sesuatu yang ada di muka bumi dapat dilihat oleh Allah SWT tanpa terkecuali. Allah bisa melihat mikroba yang ukurannya sangat kecil, melihat peredaran darah manusia, dan segala sesuatu yang mustahil tampak dalam penglihatan manusia. Allah juga bisa melihat dan mengetahui watak manusia, perbuatan manusia, serta isi hati manusia. Semuanya diketahui oleh Allah sehingga tidak ada lagi tempat bagi manusia untuk bersembunyi dari pandangan-Nya. Meneladani Sifat Al-Bashir Dalam Kehidupan Sehari-hariSebagai seorang Mukmin, hendaknya senantiasa meneladani sifat-sifat Allah dalam kehidupan sehari-harinya. Untuk meneladani sifat Al-Bashir, seorang Muslim bisaMelihat tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah SWT di lingkungan sekitar. Kemudian ia jadikan tanda-tanda tersebut sebagai bahan renungan supaya ketaatan dan keimanan semakin indera penglihatannya untuk beribadah dan melihat hal yang baik-baik saja. Memanfaatkan indera penglihatannya untuk melihat kondisi orang-orang yang membutuhkan bantuannya. Menggunakan indera penglihatannya untuk mengerjakan hal bermanfaat seperti belajar dan bekerja. Ilustrasi Allah Maha Adil. Sumber satu nama baik Allah dalam Asmaul Husna adalah Al Adl العَدْلُ yang memiliki arti Allah Maha Adil. Keadilan Allah SWT terhadap makhluk-Nya mencakup semua hal, baik yang menyangkut urusan dunia maupun akhirat. Allah pasti akan memberikan rezeki kepada setiap makhluk asalkan mau berusaha. Begitu juga dalam hal ibadah, Allah memandang semua makhluk-Nya memiliki kewajiban yang sama, yakni beribadah dan menyembah-Nya. Kaya atau miskin, jelek atau tampan, Allah akan menghitung amal ibadahnya dan memberikan balasan yang adil sesuai dengan yang makhluk-Nya yang bertakwa, Allah tentu akan membalasnya dengan pahala dan kemuliaan. Sedangkan bagi yang ingkar, Allah akan membalas setiap perbuatannya dengan azab yang pedih. Meskipun hanya sedikit, tetap akan dipertanggungjawabkan di yaumul hisab nanti. Hal ini ditegaskan dalam Alquran, surat Al Fushilat ayat 46 sebagai عَمِلَ صَٰلِحًا فَلِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَنْ أَسَآءَ فَعَلَيْهَا ۗ وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّٰمٍ لِّلْعَبِيدِArtinya "Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka pahalanya untuk dirinya sendiri dan barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dosanya untuk dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Rabb-mu menganiaya hamba-hamba-Nya."Dengan memahami dan menghayati makna Asmaul Husna Al Adl, umat Muslim diharapkan senantiasa bersikap husnuzzan positif thinking kepada Allah terhadap semua ketentuan-Nya. Dengan begitu, setiap Muslim akan selalu bersyukur kepada Allah atas segala yang Allah Maha Adil. Sumber Meneladani Al AdlAllah yang Maha Adil memberikan teladan kepada makhluk-Nya untuk mengamalkan sikap adil setiap saat. Dalam Alquran, surat An Nahl ayat 90, Allah berfirman yang berbunyiإِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُ بِٱلْعَدْلِ وَٱلْإِحْسَٰنِ وَإِيتَآئِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ وَٱلْبَغْىِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَArtinya "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran."Adil merupakan salah satu sifat terpuji yang memberikan kemuliaan dan pahala bagi yang melakukannya. Doa seorang yang berlaku adil tidak akan ditolak. Nabi Muhammad SAW bersabda dalam hadistnya, “Tiga orang yang tidak tertolak doanya, yaitu orang yang sedang berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang adil dan orang yang teraniaya.” HR. AhmadDikutip dari Akidah Akhlak kelas X oleh Abdurrohim, berlaku adil adalah memperlakukan hak dan kewajiban secara seimbang, tidak memihak, dan tidak merugikan pihak mana pun. Adil adalah di mana seseorang menerima sesuatu sesuai dengan cara meneladani Al Adl bagi umat Muslim adalah dengan berlaku adil kepada siapapun yang terlibat dalam hidup kita. Nah, berikut ini adalah beberapa cara meneladani sifat adalah adil melakukan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Jika kita melakukan apa yang dilarang, itu berarti kita sudah zhalim kepada terhadap diri sendiriAdil terhadap diri sendiri maksudnya adalah menempatkan diri pada tempat yang baik dan benar. Juga teguh menempatkan diri agar tetap terjaga dan terpelihara dalam kebaikan dan keselamatan. Manusia adalah makhluk sosial yakni saling berhubungan satu sama lain. Karenanya, dibutuhkan sifat adil agar hubungan tersebut berjalan dengan baik dan damai. Berlaku adil kepada orang lain adalah dengan memberikan sesuai dengan haknya dengan jujur tanpa mengurangi terhadap makhluk lainDi muka bumi ini tidak hanya ada manusia, tetapi juga makhluk Allah yang lain. Cara berlaku adil kepada mereka adalah dengan memperlakukannya dengan baik. Misalnya, berlaku adil kepada binatang adalah dengan menempatkannya pada tempat yang layak menurut kebiasaan binatang tersebut. Sedangkan adil kepada tumbuhan adalah dengan tetap menjaga dan melestarikan lingkungan, tidak merusaknya. - Asmaul Husna Ar-Razzaq artinya Yang Maha Pemberi Rezeki. Ar-Razzaq merupakan salah satu dari 99 nama Allah yang baik atau Asmaul Husna. Berikut ini makna dan dalil nama Allah Ar-Razzaq dalam Islam dianjurkan untuk mempelajari dan berdoa kepada Allah SWT dengan menyebut Asmaul Husna. Dalam Al-Quran, setidaknya terdapat 99 Asmaul Husna yang menggambarkan nama sekaligus sifat Allah SWT yang agung dan mulia. Hal ini tergambar dalam surah Al-A'raf ayat 180 sebagai berikut “Dan Allah memiliki Asmaul Husna [nama-nama yang terbaik], maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu dan tinggalkanlah orang orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan,” Al-A’raf [7] 180. Dengan mengetahui Asmaul Husna, seorang muslim dituntut untuk berakhlak baik dengan meniru sifat-sifat tersebut. Sebab, penyempurnaan akhlak adalah salah satu tujuan penting diutusnya Islam di muka bumi ini, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW "Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak," Baihaqi. Dalam hadis lain, beliau bersabda “Berakhlaklah kamu sekalian dengan akhlak Allah."Untuk dapat meneladani sifat Allah SWT yang mulia, maka seorang muslim harus mempelajari dengan tekun dan sungguh-sungguh Asmaul Husna ini. Tidak hanya itu, bagi yang mengetahui dan menerapkannya, maka Allah SWT akan memberikan balasan surga dan menjauhkannya dari neraka, sebagaimana sabda Nabi Muhammad "Allah SWT memiliki 99 nama, seratus kurang satu. Barang siapa yang menjaga dan menghafalkannya akan masuk surga," Muslim. Di antara 99 Asmaul Husna tersebut, terdapat satu nama mulia yang patut dipelajari dan diimani umat Islam, yaitu Ar-Razzaq adalah Zat yang Maha Pemberi Rezeki kepada juga Arti 99 Asmaul Husna dan Mengapa Perlu Menghapalnya? Manfaat Membaca 99 Asmaul Husna Bisa Membuka Pintu Rezeki Asmaul Husna Ar-Razzaq Apa Artinya? Salah satu Asmaul Husna yang dimiliki oleh Allah SWT adalah Ar-Razzaq. Asmaul Husna Ar-Razzaq memiliki arti Yang Maha Pemberi Rezeki. Lafal Ar-Razzaq الرَّزَّاقُ berasal dari Ar-Rizq الرّزقُ yang terdiri dari 3 huruf, yakni ra ر, za ز, dan qaf ق. Lafal Ar-Rizq memiliki pengertian luas, yaitu pemberian yang tidak terkait waktu dan Suara Muhammadiyah, cendekiawan muslim dan ahli tafsir M. Quraish Shihab mengutip pendapat Imam Al-Ghazali terkait sifat Ar-Razzaq yang memuat beberapa pengertian sebagai berikut Allah SWT telah menyediakan rezeki tanpa akan kehabisan. Allah SWT telah menciptakan yang membutuhkan rezeki tersebut, yakni manusia dan makhluk lainnya. Allah SWT yang menciptakan cara-cara yang akan dipakai manusia dan makhluk lainnya untuk mencari atau memperoleh rezeki yang telah Allah SWT sediakan itu. Allah SWT yang memberikan langsung kepada manusia dan makhluk lainnya mengenai rezeki yang dibutuhkan dan dimohonkan oleh umat manusia dan makhluk lainnya kepada-Nya. Asmaul Husna Ar-Razzaq dapat dimaknai bahwa Allah SWT satu-satunya Zat yang menciptakan rezeki beserta sebab-sebabnya. Ar-Razzaq merupakan Zat yang menciptakan rezeki dan mengabulkan permohonan orang yang minta rezeki, serta menghubungkan antara keduanya. Selain itu, Dia juga menciptakan sebab-sebab usaha untuk mendapatkan kesenangan dengan rezeki itu bagi Asmaul Husna Ar-Razzaq dalam Al Quran Asmaul Husna Ar-Razzaq disebutkan sebanyak 1 kali di dalam kitab suci Al-Quran. Penyebutan nama dan sifat Asmaul Husna Ar-Razzaq terdapat pada surah Adz-Dzariyat ayat Adz-Dzariyat Ayat 58اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ - ٥٨ Bacaan latinnya "Innallāha huwar-razzāqu żul-quwwatil-matīn"Artinya “Sungguh Allah, Dialah Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh,” QS. Adz-Dzariyat [51]58.Baca juga Asmaul Husna Al Qahhar Artinya Yang Maha Menundukkan Dalil AlQuran Asmaul Husna Al-Wahhab Artinya Maha Pemberi Karunia & Dalil Qur'an Asmaul Husna Al-Mushawwir Artinya Maha Membentuk Rupa & Dalil Quran Makna Membaca Asmaul Husna Ar-Razzaq Asmaul Husna Ar-Razzaq dapat dijadikan sebagai wirid dan zikir untuk mengingatkan diri bahwa hanya Allah SWT yang memberi rezeki kepada makhluk-Nya. Kemudian, selain dijadikan sebagai wirid dan zikir, Asmaul Husna Ar-Razzaq juga dapat dijadikan sebagai contoh sifat dan sikap dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Tujuannya adalah untuk memunculkan sifat dan sikap yang terpuji bagi diri maupun untuk orang lain. Hal itu tergambar dalam sabda Nabi Muhammad SAW yang disebutkan di atas “Berakhlaklah kamu sekalian dengan akhlak Allah."Pengamalan Asmaul Husna Ar-Razzaq dalam diri seorang muslim dapat dilakukan dengan menerapkan sifat seperti memunculkan rasa optimisme dalam kehidupan, bersikap rendah hati, memasrahkan diri hanya kepada Allah SWT setelah berusaha dengan keras untuk mencapai suatu usaha dan itu, setelah memperoleh rezeki, ia juga menyedekahkan sebagian yang ia peroleh kepada orang yang membutuhkan. Jika ia menjadi kaya raya, ia tidak sombong dan tamak terhadap hartanya. Sebab, ia mengetahui bahwa Allah SWT adalah Zat Ar-Razzaq, Dia yang memberinya harta tersebut, maka harta itu akan kembali pada Allah juga Asmaul Husna Al-Aziz Artinya Yang Maha Perkasa, Dalil dan Maknanya 99 Asmaul Husna & Artinya Makna Nama-Nama Baik Allah SWT - Sosial Budaya Kontributor Syamsul Dwi MaarifPenulis Syamsul Dwi MaarifEditor Abdul Hadi

bersikap qanaah adalah salah satu cara untuk meneladani asma allah