Misalkanmakan malam kenegaraan yang diadakan pada Maret 2016 untuk menjamu Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau. Ada empat set menu yang disajikan untuk para tamu. dapur istana memang tak memungkinkan untuk membuat jamuan yang mengesankan. Karenanya, setiap ada jamuan kenegaraan, makanan yang disajikan untuk para tamu dibuat oleh hotel
KESUKAANMENERIMA TAMU. Monday, 13 March 2017. 0. 43. Pada Zaman ini Malaikat boleh Dijamu. [AkhirZaman.org] Alkitab menekankan banyak tentang perlunya dipraktekkan kesukaan menerima tamu. Bukan hanya menerima tamu yang dianggap sebagai suatu tugas yang diperintahkan, tetapi mengemukakan gambaran yang indah tentang kegiatan kasih karunia ini
Rendang Rendang merupakan makanan khas Lebaran yang berasal dari Padang. Sajian satu ini terbuat dari olahan daging sapi maupun daging kerbau. Untuk menghasilkan tekstur rendang yang empuk, kita harus memasak daging dalam waktu yang lama. Rendang mempunyai cita rasa khas yang didominasi oleh campuran rempah pekat.
Menjamutamu dengan makanan memang sudah menjadi hal wajar di kehidupan kita. Tapi terkadang tanpa kita sadari, kita sering menggunakan tempat sekali pakai seperti piring plastik. Untuk mengurangi sampah plastik, kita bisa menggunakan toples atau piring kaca sebagai tempat makanan.
Makananini menjadi salah satu pilihan hidangan dessert yang dijadikan jamuan para tamu Asian Games 2018. Selain enak dan rendah kalori, makanan satu ini punya sejuta manfaat bagi tubuh. 3. Nasi uduk hijau foto: twitter/@petz09 Olahan nasi ini merupakan makanan khas Sukabumi.
Merekamengadakan tasyakuran dengan menghidangkan makanan untuk menjamu tamu undangan dan menshadaqahkan makanan tersebut kepada fakir miskin. Tradisi ini sudah ada di kalangan masyarakat Arab sebelum kedatangan Islam. Meskipun demikian, Rasulullah tidak melarangnya dan menganjurkan para sahabat untuk menghadirinya.
Kuekering untuk menjamu tamu. Jika anda termasuk orang yang peduli kesehatan, maka penting bagi anda yang mencari informasi tentang makanan yang baik untuk kesehatan anda dan keluarga anda,sampai saat ini masih banyak kita jumpai orang orang yang menderita penyakit diabetes. Hal tersebut tidak bisa anda biarkan begitu saja dengan jarak
2vRsZ. JAKARTA, - Saat libur tahun baru ini, mungkin kamu telah berencana untuk bertemu dengan beberapa orang terdekatmu di rumah, entah itu keluarga, atau sahabat. Saat seseorang datang ke rumahmu, kamu wajib untuk menjamunya dengan penuh kehangatan, karena tamu adalah raja. Salah satu bagian penting menjamu tamu adalah menjaga segala sesuatunya bersih dan tertata rapi dengan kamu senang akan menjamu seseorang datang ke rumah, ada beberapa tips agar kamu dapat menikmati kebersamaan dengan orang yang kamu cintai di rumahmu yang didekorasi dengan indah. Baca juga 5 Tanaman Hias Berbunga Paling Meriah untuk Dekorasi Libur Tahun Baru Dilansir dari Decortips, Jumat, 1/1/2021, berikut ini beberapa tips untuk menjamu tamu yang datang ke rumahmu agar mereka merasa nyaman dan senang saat berada di rumahmu. 1. Jaga kenyamanan dan kebersihan rumah sebelum mereka tiba Jika kamu berpikir untuk menjamu tamu di rumah, hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah melihat ruangan di rumahmu. Kamu ingin memastikan semua orang merasa nyaman. Misalnya, jika meja ruang makanmu tidak muat untuk semua orang, kamu dapat mengatur sesuatu yang informal menggunakan area lain, seperti ruang tamu atau ruang keluarga. Demikian pula, sebelum tamumu datang, sebaiknya pastikan rumahmu telah dibersihkan dengan baik dan telah tertata rapi. Bersihkan juga semua permukaan yang sering disentuh, seperti gagang pintu, pegangan tangga, dan sakelar lampu. Baca juga 10 Tips Dekorasi Rumah yang Ramah untuk Kucing Peliharaan Hal ini memastikan rumahmu betul-betul bersih sebelum pengunjungmu tiba, sehingga nantinya mendapat kesan yang positif dari tamumu. 2. Tidak membiarkan beberapa barang tamu masuk ke dalam rumah Langkah pertama untuk menjaga rumahmu bersih adalah tidak membiarkan alas kaki yang mereka kenakan masuk ke dalam rumah. Untuk melakukan ini, kamu hanya perlu meminta semua orang melepas sepatu mereka. Siapkan area untuk meninggalkan sepatu dan kamu bahkan dapat menawarkan sandal bersih kepada tamu untuk membuatnya lebih nyaman. Undang tamu untuk meninggalkan mantel dan tas mereka di pintu masuk. Ini mencegah bau apa pun masuk ke dalam rumah. Misalnya, mantel perokok sering kali berbau asap. SHUTTERSTOCK/Maridav Ilustrasi cuci tangan, salah satu penerapan 3M, sangat penting dalam mencegah potensi penularan virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Studi peneliti Jepang menemukan virus SARS-CoV-2 dapat bertahan di kulit manusia selama 9 jam. 3. Perhatikan tempat cuci tangan Agar tamumu bisa mencuci tangan saat tiba di rumah demi protokol kesehatan, ada baiknya menyiapkan kamar mandi atau wastafel di dapur bersih. Pastikan juga kondisi 2 tempat itu bersih dan bebas bau. Saat tamumu ingin mencuci tangan, jelas mereka membutuhkan sabun cuci tangan. Jadi, penting untuk memiliki sabun cair dan juga menyenangkan untuk memiliki krim tangan untuk menambahkan tanaman, lukisan dekoratif, atau lilin aromatherapy di kamar mandi maupun tempat wastafel cuci tangan. Baca juga Simak, Cara Membersihkan Berbagai Jenis Permukaan Lantai Jika kamu ingin lebih higienis, siapkan handuk kertas untuk mengeringkan tangan. Kamu juga harus memiliki tempat sampah terbuka dengan pedal. Selain itu, jangan lupakan anak-anak kecil. Letakkan bangku kecil sehingga mereka dapat mengakses wastafel dengan nyaman untuk cuci tangan. 4. Ruang tamu yang sempurna untuk hiburan Kemungkinan besar, ruang tamu akan menjadi titik sentral bagi semua orang, sebelum, selama, atau setelah makan, sehingga tamumu harus merasa nyaman. Anda bisa mempercantik area ruang tamu dengan meletakkan kursi, bangku, atau pouf di sekitar sofa agar acara berkumpul lebih nyaman. Kemudian, selain memastikan bahwa setiap orang memiliki cukup ruang, kamu juga akan menciptakan alur percakapan yang baik. Terakhir, pertimbangkan untuk menutupi sofa dengan kain untuk membantu membersihkan setelah tamumu selesai berkunjung. Baca juga 5 Trik Membuat Ruang Tamu Sempit Jadi Luas Kemudian, kamu hanya perlu melepasnya dan mencucinya. Ingat, ini masih pandemi. Juga, ketika semua orang pergi, jangan lupa untuk menyemprot disinfektan. 5. Ruang makan Saat menyajikan makanan, penting untuk memastikan bahwa setiap tamu memiliki alat makan, serbet, gelas, dan piring sendiri. Kamu tentu tidak ingin ini tercampur. Salah satu cara yang menyenangkan untuk melakukannya adalah dengan menggunakan warna atau pola yang berbeda untuk setiap orang. 6. Menjamu di rumah tanpa stres Dengan aturan sederhana ini, kamu dapat menjamu tamu di rumah tanpa mengorbankan kebersihan. Ini juga memudahkan rumahmu tetap bisa terlihat bersih dan rapi sesudahnya. Baca juga 15 Tren Dekorasi Rumah yang Diprediksi Populer pada 2021, Apa Saja? Ingatlah selalu bahwa rumahmu harus dalam keadaan rapi saat tamu datang, tetapi tidak boleh menjadi bencana saat mereka pergi. Idenya adalah untuk mengatur segalanya agar kamu dapat memelihara rumahmu dengan cara yang sederhana, dengan atau tanpa tamu. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Etika Memberikan Hidangan Kepada Tamu dalam Islam Ilustrasi perempuan menyiapkan makanan FreepikIslam tidak hanya mengatur soal ibadah manusia kepada Tuhan, tetapi juga perihal bersosial kepada sesama manusia, seperti etika memberikan hidangan kepada tamu. Tak disangka, ternyata hal ini termasuk urusan yang sangat diatur dalam Islam. Hal ini–sekali lagi–bukan sebuah kekangan sebagaimana yang diyakini beberapa orang, melainkan agar esensi manusia sebagai khalifah benar-benar tercapai, tentu dengan misi bermoral etis, “mutammiman limakarim al-Akhlak” menyempurnakan akhlak yang mulia.Dalam kitab Mukhtasar Minhaj al-Abidin, karangan Imam Ahmad bin Muhammad bin Abdurrahman bin Qudamah al-Makdisi, menjelaskan beberapa etika memberikan hidangan kepada tamu. Etika ini mengatur soal-soal teknis memberikan jamuan kepada tamu, dan hidangan apa yang sunah disuguhkan pertama kali kepada tamu yang baru juga Bolehkah Istri Menerima Tamu Lelaki Saat Suami Tak Di Rumah?Menurutnya, etika menyuguhkan hidangan kepada tamu harus memenuhi lima etika berikut; menyegerakan, mendahulukan buah-buahan, menyuguhkan aneka makanan yang dimiliki, membiarkan makanan tetap di meja makan sampai tamu benar-benar menikmati, menyuguhkan makanan sesuai kebutuhanya saja. Lima etika ini tidak semuanya penulis akan jelaskan. Hanya sebagian yang mungkin sangat penting diketahui banyak tentang menyegerakan. Jadi apabila ada tamu yang bertandang ke rumah kita, maka kewajiban tuan rumah adalah menyegerakan untuk memberikan suguhan. Artinya, jangan biarkan tamu terdiam lama dan tak sedikit pun ada mulailah dari minuman-minuman ala kadarnya seperti teh, kopi, air putih, dan sebagainya, baru setelah itu hidangan lainnya. Sebab menunggu terlalu lama benar-benar tidak baik. Oleh karena itulah, segerakan hidangan yang ada-ada saja, perkenankan tamu menikmati mendahulukan buah-buahan. Tamu adalah raja, begitulah suatu pepatah. Ternyata benar, meski kita tidak pernah merasa, tamu pada dasarnya adalah orang yang harus–atau berhak–dihormati. Termasuk bagian dari menghormati adalah memberikan hidangan yang menyenangkan. Dalam hidangan, aturannya adalah mendahulukan buah-buahan sebelum hidangan membiarkan makanan tetap berada di meja makan. Ini sering terjadi khususnya di perkotaan, bahwa saat makanan usai, biasanya tuan rumah langsung mengambilnya. Entahlah apa maksud di balik itu, tapi yang jelas, budaya ini menurut etikanya sangat tidak bisa dibenarkan. Yang benar, biarkan sisa makanan itu berada di depan tamu, dengan bertujuan, si tamu tersebut masih bisa menikmati hidangan di sela-sela waktu. Yang lebih penting dari itu, dahulukanlah orang lain sebelum tuan rumah. Mintalah tamu untuk mengambil hidangannya, bukan tuan rumah yang malah melahapnya lebih juga Memahami Keragaman Islam dari Sudut Pandang Budaya KulinerKeempat, menyuguhkan makanan sesuai kebutuhannya saja. Maksudnya, tuan rumah dalam hal ini harus benar-benar paham, paham situasi tamu, atau mungkin juga porsi dari masing-masing. Artinya, jika tamu hanya lima orang, tuan rumah harus menyiapkan hidangannya untuk lima orang tapi, tidak lebih. Jika makanan yang ada dan disiapkan, ternyata lebih dari batas ukuran tamu, lebih baik disedekahkan kepada orang-orang aneka ragam jenis makanannya, maka dianjurkan menyuguhkan beragam makanan untuk tamu. Sebab semakin banyak suguhan, maka semakin banyak pilihan, bukan? ANWallahu A’lam
Rekomendasi Jamuan Makanan Saat Ada Tamu – Tamu yang datang di saat tak terduga terkadang memang membuat kita panik. Terlebih jika rumah sedang dalam kondisi yang berantakan, serta tak ada jamuan makanan yang memadai. Padahal menjamu tamu adalah suatu keharusan. Jangan pernah sekalipun membuat tamu merasa terlantar. Maka dari itu, ulasan mengenai rekomendasi jamuan makanan saat ada tamu ini Juga Siapa Sangka Ternyata Makanan-Makanan Ini Berbahaya Untuk Ibu Hamil Makanan untuk menjamu tamu tidak perlu yang mewah. Kamu tak harus memberikan makanan mahal demi menyenangkan mereka. Cukup dengan deretan makanan di bawah ini kamu sudah bisa membuat tamu merasa nyaman saat datang ke rumah dengan simple dan tanpa ribet. Penasaran apa saja daftarnya? Ini ulasan lebih mendalamnya. Berikut 5 Rekomendasi Jamuan Makanan Saat Ada Tamu1. Bakso Bakar2. Jajan Pasar3. Kue Kering4. Siomay5. Potato GratinChanel BundaBerikut 5 Rekomendasi Jamuan Makanan Saat Ada Tamu 1. Bakso Bakar Bosan dengan bakso biasa? Coba saja bakso bakar. Rekomendasi jamuan makanan saat ada tamu yang satu ini pembuatannya sangatlah sederhana dan mudah. Kamu hanya perlu menyediakan bakso, kecap, saus, serta alat untuk membakarnya. Tak perlu pakai nasi, cukup bakso bakar saja. Cita rasa gurih, manis, dan pedas akan membuat kebersamaanmu dengan tamu jadi lebih hangat. Dengan memberi makanan tersebut pada tamu kamu tak perlu panik lagi dengan bagaimana menjamu yang layak. Terlebih jika tamu yang datang membawa anak kecil. Pasti anak-anak akan lebih tertarik untuk memakannya. 2. Jajan Pasar Jajan pasar atau jajan tradisional ini cukup mudah mendapatkannya. Kamu bisa mencarinya di sekitar pasar. Tak perlu memasak, tak perlu khawatir tamu akan kelaparan. Varian dari jajan pasar juga banyak. Kamu bisa memilih manapun yang dimau, mulai dari manis hingga asin semuanya tersedia di pasar. Beberapa jenis jajan tradisional yang memiliki rasa manis yaitu kue pukis, nagasari, kue lumpur, putu ayu, dan lainnya. Sedangkan untuk rasa asinnya ada pastel, lumpia, lemper, arem-arem, dan lain-lain. Selain mudah menemukannya harganya juga bersahabat. Apalagi jika kamu membelinya dalam jumlah banyak. Biasanya pedagang akan memberikan potongan harga untuk pembelian Kue Kering Kue kering biasanya identik dengan lebaran. Sekarang ini sudah banyak muncul kue kering lebaran kekinian yang memang populer pada saat hari raya tersebut dirayakan. Akan tetapi, bukan artinya kue itu hanya ada pada saat lebaran saja. Di hari biasa kamu juga bisa menyediakan kue kering untuk tamu. Rekomendasi jamuan makanan saat ada tamu yang satu ini praktis dan tidak memakan banyak waktu karena kamu tak perlu memasaknya. 4. Siomay Siomay adalah jajanan yang berasal dari kota Bandung. Makanan yang satu ini mungkin sudah tidak asing lagi di telingamu. Kamu bisa menemukan pedagang siomay di banyak tempat. Namun ada baiknya jika kamu menyetok sendiri siomay di kulkas rumah. Dengan adanya persediaan siomay tersebut maka kamu tak akan kerepotan saat kedatangan tamu secara mendadak. Selain itu, mengapa siomay masuk ke dalam daftar rekomendasi jamuan makanan saat ada tamu adalah karena cita rasanya yang lezat. Perpaduan manis, pedas, asin dari variasi siomaynya bisa membuat tamu betah menghampiri rumahmu. 5. Potato Gratin Ingin mencoba yang berbau western? Coba saja buat potato gratin. Kamu hanya memerlukan kentang, keju, dan sejumlah bahan lain untuk membuatnya. Pembuatan makanan tersebut tidak digoreng melainkan dipanggang. Jadi kamu perlu menyediakan oven juga. Namun yang membuat makanan tersebut patut diperhitungkan adalah karena potato gratin terbilang makanan sehat. Baca Juga Please Jangan Makan 10 Makanan Ini Saat Menderita Gatal dan Alergi Badan! Lima daftar Rekomendasi Jamuan Makanan Saat Ada Tamu tersebut bisa kamu coba kapanpun. Dengan makanan yang praktis kamu bisa menghemat waktu dan tenaga. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat dan menambah pengetahuan baru. Chanel Bunda situs yang membahas topik dunia wanita seperti seputar wisata, tips dan trik, how to dan inspirasi, rumah, kecantikan, fashion, keluarga, resep, kesehatan, dan lain-lain.
Menjamu teman atau saudara di rumah sudah jadi kebiasaan yang sulit dihilangkan. Meski suguhan makanannya sederhana, bila disajikan dalam wadah cantik tampilannya pasti jadi beda. Bukan hanya piring saji yang bisa kamu gunakan, stoples lucu dan unik juga bikin suguhan naik kelas’. Berikut ini enam rekomendasi pilihan wadah cantik untuk menjamu tamu di rumah. 1. Piring plastik atau melamin lebar Semakin banyak pilihan motif dan warna piring plastik sebagai wadah saji. Foto Bukalapak Wadah yang satu ini sangat fleksibel untuk menyajikan apa pun. Kacang, kue lapis, hingga mi goreng bisa kamu sajikan di atasnya. Mau bentuk oval atau persegi sama cantiknya, soal warna dan gambar juga bisa disesuaikan dengan selera pribadi. Yang penting perhitungkan juga cara penyajian makanannya agar tidak terkesan seadanya. Kemudian lengkapi dengan piring kecil, sendok atau garpu kecil, serta tisu untuk masing-masing tamu. Piring melamin atau plastik lebih ringan, mudah dibersihkan, dan cukup tahan banting bila dibandingkan wadah saji lainnya. 2. Piring saji dari kaca tebal Nikmati sajian hangat yang benar-benar fresh from the oven’. Foto Pixabay Banyak orang menyebutnya sebagai Pyrex, padahal Pyrex adalah merek peralatan dapur dan gelas laboratorium terbuat dari kaca borosilikat yang bening. Namun, piring jenis ini memang praktis sebagai wadah saji. Begitu keluar dari oven, kamu bisa langsung menyajikan masakan tersebut selagi masih panas. Cocok juga dipakai untuk membuat pie atau puding dingin langsung dari kulkas. Agar piring saji ini awet, biasakan langsung mencucinya setelah digunakan karena noda minyak dan lemak makin sulit dihilangkan bila sudah terlalu lama menempel. Perhatikan juga bagian sudut dan pegangan yang lebih sulit dibersihkan. Setelah dicuci dan dikeringkan, cek di bawah cahaya apakah sudah bersih dan bebas kotoran. Baca juga Agar Makanan Makin Bervariasi, Ini 5 Jenis Panci yang Wajib Kamu Tahu 3. Panci atau wajan warna-warni Wajan cocok untuk menyajikan hidangan di tengah meja. Foto Pixabay Mungkin kebiasaan orang Korea menyantap mi langsung dari panci sedikit banyak memengaruhi pola pikir kita. Agar tidak terlihat menjijikkan, kamu bisa mengoleksi panci warna-warni sebagai wadah saji saat menjamu tamu. Bakso hingga aneka sup bisa dihidangkan langsung dari panci tersebut yang lebih lama menyimpan panas. Begitu juga dengan nasi atau mi goreng. Keuntungan lain adalah panci atau wajan berbahan stainless steel tergolong mudah dibersihkan dan kamu tidak perlu was-was akan pecah bila tersenggol. Namun, kamu tetap harus merawatnya agar lebih awet. 4. Stoples kaca Isi stoples dan jadikan sebagai hadiah istimewa bagi tamu yang berkunjung. Foto Pixabay Stoples memang sudah umum dipakai untuk menyajikan kue kering saat hari raya atau sebagai gelas minuman. Ingin sesuatu yang beda? Gunakan untuk menyajikan cake atau puding dingin yang terdiri atas beberapa lapisan, misalnya perpaduan mousse, gelatin, cokelat, serta taburan kacang dalam satu stoples. Untuk ide resepnya sendiri bisa dicari dari internet kemudian berkreasilah sesuai keinginan. Kamu bisa berinvestasi membeli beberapa stoples dalam ukuran yang berbeda-beda. Cake atau puding dalam stoples ini juga cocok dijadikan sebagai hadiah untuk orang-orang tersayang. Baca juga Serupa tapi Tak Sama, Kenali 7 Bentuk dan Fungsi Spatula untuk Memasak Ini 5. Mangkuk kayu Kesan natural bisa kamu dapatkan jika menggunakan mangkuk kayu. Foto Pixabay Ringan dari segi bobot plus memberikan sentuhan modern sebagai wadah saji. Yap, mangkuk kayu bisa kamu pilih untuk menyajikan keripik, potongan buah, salad, hingga smoothies. Instagramable juga kalau difoto, kan? Soal perawatan ternyata juga tidak merepotkan, cukup gunakan sabun cuci dan air hangat. Hindari merendam mangkuk ke dalam air dan pastikan benar-benar kering setelah dicuci agar tidak ada noda hitam yang menempel di permukaannya. 6. Mug lebar Sup terlihat lebih menarik di dalam mug yang lebar. Foto Pixabay Wadah jenis ini cocok untuk menyajikan es krim, sup, atau bakso. Gagangnya memudahkan tamu untuk memegangnya sambil menikmati suguhan. Kamu tinggal pilih mau yang berbahan plastik atau keramik. Keduanya sama-sama mudah dibersihkan dan disimpan. Sudah tahu mau memakai wadah apa saat mengadakan pesta rumahan selanjutnya? Alice Larasati
MENJADI tuan rumah, memang seharusnya memberikan istimewa pelayanan kepada tamunya. Tetapi, jamuan yang disuguhkan kepada tamu, tidak sepantasnya dilakukan di luar batas kemampuannya. Menghidangkan suguhan kepada tamu adalah hal yang mulia. Bahkan Rasul pun menganjurkan agar dapat mengistimewakan tamu walaupun hanya sekedar air putih sekalipun. BACA JUGA Menjamu Tamu, Inilah Adab-Adabnya Saling berkunjung sesama kerabat, teman maupun sejawat merupakan kebiasaan yang tak bisa dihindari. Keinginan berkunjung dan dikunjungi selalu ada harapan. Demikianlah, suatu saat kita akan kedatangan tamu, baik diundang maupun tidak. Bahkan pada momen-momen tertentu, kedatangan tamu sangat gencar. Islam mengajarkan bagi siapa saja yang menjadi tuan rumah, supaya menghormati tamu. Penghormatan itu tidak sebatas pada tutur kata yang halus untuk menyambutnya, akan tetapi, juga dengan perbuatan yang menyenangkan. Misalnya dengan memberikan jamuan, meski hanya sekedarnya. Sikap memuliakan tamu, bukan hanya mencerminkan kemuliaan hati tuan rumah kepada tamu-tamunya. Memuliakan tamu, juga menjadi salah satu tanda tingkat keimanan seseorang kepada Allah dan Hari Akhir. Dengan jamuan yang disuguhkan, ia berharap pahala dan balasan dari Allah pada hari Kiamat kelak. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya memuliakan tamunya,” HR Al-Bukhari dan Muslim Menjamu tamu, merupakan sunnah Nabi Ibrahim. Memberi jamuan kepada tamu, merupakan kebiasaan sudah berkembang sejak lama, sebelum risalah Nabi Muhammad diturunkan. Yang pertama kali melakukan perbuatan yang mulia ini, ialah Nabi Ibrahim Khalilur Rahman Alaihissalam. Rasulullah SAW menyatakan “Orang yang pertama kali memberi suguhan kepada tamu adalah Ibrahim. Al-Hadits Memang, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dan umatnya, dititahkan untuk mengikuti ajaran-ajaran Nabi Ibrahim Alaihissalam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman ثُمَّ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ أَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۖ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ “Kemudian Kami wahyukan kepadamu Muhammad “Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif,” dan dia bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Rabb,” An-Nahl 123 Kemudian bagaimana cara Nabi Ibrahim alaihissalam menjamu tamu? Berikut ini, cara yang dilakukan oleh Nabi Ibraahim Alaihissalam saat memuliakan para tamunya. Imam Ibnu Katsiir rahimahullah secara khusus mengatakan “Ayat-ayat ini mengatur tata-cara menjamu tamu”, dan mari kita perhatikan satu-persatu. 1. Menjawab ucapan salam dari tamu dengan jawaban yang lebih sempurna. 2. Nabi Ibrahim Alaihissalam tidak bertanya terlebih dahulu “Apakah kalian mau hidangan dari kami?” 3. Nabi Ibrahim Alaihissalam bersegera menyuguhkan makanan kepada tamu. Dikatakan oleh Syaikh as-Sa’di bahwa sebaik-baik kebajikan ialah yang disegerakan. Karena itu, Nabi Ibrahim Alaihissalam cepat-cepat menyuguhkan jamuan kepada para tamunya. 4. Menyuguhkan makanan terbaik yang beliau miliki, yakni, daging anak sapi yang gemuk dan dibakar. Pada mulanya, daging tersebut tidak diperuntukkan untuk tamu. Akan tetapi, ketika ada tamu yang datang, maka apa yang sudah ada, beliau hidangkan kepada para tamu. Meski demikian, hal ini tidak mengurangi penghormatan Nabi Ibrahim Alaihissallam kepada tamu-tamunya. 5. Menyediakan stok bahan di dalam rumah, sehingga beliau Alaihissallam tidak perlu membeli di pasar atau di tetangga. BACA JUGA Sang Tamu Allah 6. Nabi Ibrahim Alahissallam mendekatkan jamuan kepada para tamu dengan meletakkan jamuan makanan di hadapan mereka. Tidak menaruhnya di tempat yang berjarak dan terpisah dari tamu, hingga harus meminta para tamunya untuk mendekati tempat tersebut, dengan memanggil, misalnya “kemarilah, wahai para tamu”. Cara ini untuk lebih meringankan para tamu. 7. Nabi Ibrahim Alaihissallam melayani tamu-tamunya sendiri. Tidak meminta bantuan orang lain, apalagi meminta tamu untuk membantunya, karena meminta bantuan kepada tamu termasuk perbuatan yang tidak etis. 8. Bertutur kata sopan dan lembut kepada tamu, terutama tatkala menyuguhkan jamuan. Dalam hal ini, Nabi Ibrahim Alaihissallam menawarkannya dengan lembut “Sudikah kalian menikmati makanan kami silahkan kamu makan?” Beliau Alaihissalam tidak menggunakan nada perintah, seperti “Ayo, makan”. Oleh karena itu, sebagai tuan rumah, seseorang harus memilih tutur kata simpatik lagi lembut, sesuai dengan situasinya. Intinya, tuan rumah seharusnya memuliakan tamu, yaitu dengan memberikan perlakuan yang baik kepada tamunya. []
makanan untuk menjamu tamu